Artikel
Dari Sawah Menjadi Sumber Energi: KKN UNS 151 Sulap Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Bernilai Ekonomi
Kwangsen, 31 Juli 2026 — Hamparan persawahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Kwangsen. Banyak warga menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, khususnya sebagai petani padi, sehingga aktivitas penggilingan padi juga menyisakan potensi lain yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, yaitu sekam padi. Berangkat dari potensi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 151 menggelar program pengolahan limbah sekam padi menjadi briket di Desa Kwangsen, Jumat sore (31/7/2026).
Selama ini, sekam padi lebih sering dianggap sebagai sisa yang tidak dimanfaatkan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS 151 mengajak masyarakat melihat limbah pertanian itu dari sudut pandang berbeda, yakni sebagai bahan baku yang dapat diolah melalui inovasi menjadi produk bernilai guna, salah satunya sebagai bahan dasar pembuatan briket .
Dalam pelaksanaannya, masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai potensi limbah pertanian, tetapi juga diajak melihat langsung proses pengolahan sekam padi menjadi briket. Pendekatan berbasis praktik ini dipilih agar warga memperoleh gambaran nyata mengenai tahapan produksi, mulai dari bahan yang semula dianggap limbah hingga menjadi briket siap pakai. Menurut mahasiswa KKN, langkah ini sekaligus menjadi pembelajaran bahwa potensi lokal dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi tanpa harus bergantung pada bahan baku dari luar daerah. Jika dikembangkan secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat, pengolahan sekam padi dapat membuka peluang kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Program ini juga selaras dengan tiga poin Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini mendukung SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pengenalan biomassa sebagai alternatif sumber energi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena berpotensi membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui upaya pemanfaatan kembali limbah pertanian.
“Desa Kwangsen memiliki potensi pertanian yang besar. Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan aktivitas persawahan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Dari potensi tersebut, kami melihat bahwa sekam padi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai,” ujar perwakilan KKN UNS Kelompok 151.
“Kami berharap masyarakat dapat melihat bahwa sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai limbah sebenarnya masih memiliki potensi. Dengan kreativitas dan inovasi, sekam padi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan berpeluang memberikan nilai tambah bagi ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Mahasiswa KKN UNS 151 berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai demonstrasi pembuatan briket semata, melainkan menjadi pemantik bagi warga Desa Kwangsen untuk terus melihat peluang dari potensi pertanian yang dimiliki. Melalui langkah kecil ini, mereka berharap potensi lokal dapat terus berkembang untuk mendukung masyarakat desa yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Penulis : Salma Deninta Aristanisa (S1 Ilmu Teknologi Pangan) Mahasiswa KKN UNS 151 Desa Kwangsen
Instansi : Universitas Sebelas Maret (UNS)
Kontak Media : kknkwangsenmadiun@gmail.com / @kknkwangsen151
Semarak HUT RI ke-81, Pemerintah Desa Kwangsen Sukses Gelar Rangkaian Kegiatan Kemerdekaan
Kecamatan Jiwan Laksanakan Monitoring dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kwangsen Semester I Tahun Anggaran 2026
Kerja Bakti Pembersihan Kali Bajang: Wujud Kekompakan Aparatur dan Warga Desa Kwangsen
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Alokasi April Juni Tahun 2026 Desa Kwangsen
Pembagian Perlengkapan Sekolah bagi Anak-anak Desa Kwangsen
Pengarahan Tata Kelola Pemerintah Desa oleh Bupati Madiun dan Wakil Bupati Madiun dalam Rangka Monitoring, Evaluasi, dan Supervisi Pelaksanaan APBDes di Wilayah Kecamatan Jiwan
Pembukaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Dukung Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas 2045
Proyek KDMP Desa Kwangsen Capai 30 Persen, Pembangunan Terus Dikebut, Siap Jadi Ikon Baru di Jalan Baru dengan Panorama Sunset
Sosialisasi Kesehatan dari kampus unair (Airlangga)
Sosialisasi Pernikahan Usia Dini TP-PKK

